Bagaimana membuat sebuah resume unggulan

By Febdian Rusydi

Akhir-akhir ini saya sering dapat pertanyaan bagaimana membuat sebuah resume, atau apa beda CV dan Resume. Akhir tahun lalu, secara kebetulan saya singgah ke situs ScienceCareer.org dan menemukan sebuah artikel dari Peter Fieske. Menurut saya artikel ini bagus, pembahasan lugas dan jelas, dan yang paling penting up-to-date. Sebelum ini dalam membuat resume saya berpedoman pada buku “How To Say It” karya Rosalie Maggio (ISBN:0-7352-0234-6).

Ada sedikit perbedaan memang dengan Fieske. Pertama, Fieske menjelaskan membuat resume untuk para saintis muda, sementara Magio lebih untuk kasus umum. Kedua, Fieske tidak mempermasalahkan menulis referensi dengan “Referensi tersedia jika diminta,” sementara Maggio menegaskan referensi harus ada.

Semoga terjemahaan bebas ini bermanfaat bagi para pembaca. Versi asli dalam Bahasa Inggris tersedia di web ScienceCareer. Selamat menikmati.



Segala sesuatu yang ingin kamu tahu tentang Resume dan CV… tapi takut untuk bertanya!

Oleh Peter Fieske

Mari kita mulai tulisan ini dengan melakukan sebuah Kuis, test kecil-kecilan. Saya yakin anda semua sudah pernah mengalami, saat permulaan sebuah kelas dengan seorang instruktur yang berpikir untuk mengadakan sebuah kuis di hari pertama untuk melihat seberapa banyak yang anda tahu tentang materi yang akan diberikan dalam kelas tersebut. Saat anda mencoba menjawab kuis itu sehebat yang bisa anda lakukan (kita semua melakukannya) jawaban yang biasanya kita berikan penuh dengan perasaan teror dan frustasi, karena banyak yang tidak kita tahu sehingga merasa kebodohan kita diekspos untuk dilihat semua orang. Instruktor, sebagaimana kita semua tahu, SENANG untuk mengkondisikan para siswanya dalam kondisi frustasi ini! Saya benci pengalaman ini.

Jadi maafkan saya jika saya menikmati kondisi yang sama dalam masalah terkait resume dan CV. Bahkan jika anda menjawab pertanyaan kuis ini dengan benar, kuis ini mungkin membuat anda berpikir ulang tentang resume atau CV anda sendiri.

Pertanyaan

Pertanyaan 1:
Resume dan CV pada dasarnya bisa saling dipertukarkan. (Benar atau Salah)

Pertanyaan 2:
Tujuan resume atau CV adalah untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. (Benar atau Salah)

Pertanyaan 3:
Pesan utama yang ingin anda sampaikan lewat resume anda adalah sudah sampai di mana anda. (Benar atau Salah)

Jawaban

Jawaban 1: SALAH!
Resume dan CV adalah berbeda, SANGAT berbeda. Perbedaan-perbedaan antara dua hal ini termasuk struktur, isi, panjang, dan gaya. Kesalahan yang paling sering dijumpai dari seorang saintis dalam pencarian kerja adalah menyerahkan sebuah resume yang sangat mirip dengan sebuah CV.

Jawaban 2: SALAH!
Tujuan dari resume atau CV adalah untuk mendapatkan tempat atau undangan WAWANCARA (interview). Mendapatkan sebuah pekerjaan adalah setelah itu, setelah melewati wawancara dan terkadang wawancara lanjutan. Tujuan utama dari resume atau CV anda seharusnya untuk mendaratkan kaki anda ke dalam pintu, hanya itu!

Jawaban 3: SALAH!
Sebuah perbedaan mendasar antara resume dan CV adalah bahwa CV fokus pada riwayat hidup (sudah sampai di mana anda), sementara resume harus bisa menyampaikan pesan anda hendak ke mana. Sebuah resume tidak bisa hanya sekedar daftar dari pengalaman-pengalaman masa lalu anda. Sebuah resume harus merupakan sebuah seleksi singkat dari pengalaman-pengalaman tersebut dan skill yang COCOK DENGAN PEKERJAAN YANG SEDANG ANDA LAMAR. Mungkin anda bertanya, bagaimana cara melakukannya? Nah, sila lanjut baca artikel ini…

Bagi para saintis di semua zaman, melamar apapun jenis pekerjaan baik terkait atau tidak dengan riset sains, sebuah resume atau sebuah CV adalah alat yang paling diburu nomor satu. Kebanyakan para saintis sudah terbiasa dengan aturan-aturan untuk membuat sebuah CV; setelah itu, kita sampai pada kondisi di mana CV merupakan sesuatu yang biasa. Bagaimanapun, kebanyakan saintis dan insinyur baik Ph.D maupun master punya sedikit atau bahkan tidak punya pengalaman sama sekali dalam menulis sebuah resume. Akibatnya, mereka akhirnya membuat sebuah dokumen yang sebenarnya adalah sebuah CV. Apanya yang salah, sih? Saat anda sedang melamar sebuah pekerjaan dan bersaing dengan banyak yang TAHU SEPERTI APA SEHARUSNYA SEBUAH RESUME, resume anda akan terlihat sebagai barang aneh, ganjil, tidak cocok, dan tak tersentuh. Ini sama sekali bukan impresi terbaik yang seharusnya diberikan. Anda mungkin saja pintar dan memiliki latar belakang yang hebat, tapi dengan demikian anda sama sekali tidak akan terlihat sebagai seorang kandidat yang berpotensi.

Tidak seperti CV, yang merangkum SEMUA pengalaman anda, resume adalah sebuah rangkuman dari aspek pendidikan anda atau pengalaman kerja anda yang membuat anda COCOK UNTUK PEKERJAAN TERTENTU YANG SEDANG ANDA LAMAR. Panjang resume cukup dalam selembar kertas saja (kecuali anda punya pengalaman bertahun-tahun dalam bidang tertentu), dan spasi ketikan secukupnya.

Bagian-bagian utama dari resume

Ada beberapa bagian dari resume anda yang terlihat identik dengan CV. Bagian lain akan sangat berbeda.

Nama dan alamat: Nama, alamat, nomor telepon, nomor fax, dan alamat email anda sebaiknya di bagian atas halaman terdepan, cukup besar sehingga gampang dibaca. Jika resume anda dua halaman atau lebih, pastikan nama anda ada di setiap lembar kertas sebagai header.

Pernyataan tujuan resume: Pernyataan tujuan resume adalah bagian utama dalam resume profesional tapi sangat jarang diteumkan dalam sebuah CV. Pernyataan tujuan resume adalah sebuah kalimat yang menyatakan APA YANG ANDA CARI. Pernyataan ini bisa berubah tergantung dari jenis posisi yang sedang anda lamar. Pernyataan tujuan resume memberikan gambaran kepada pihak pemberi pekerjaan jenis posisi apa yang sedang anda cari, di mana anda ingin bekerja, dan aspek bidang apa yang anda tertarik.

Tunggu! Tahan sebentar! Anda bertanya, kenapa ini penting? Tidakkah sudah cukup jelas bahwa anda menginginkan sebuah pekerjaan? Lagi pula, anda sedang MELAMAR posisi itu! Jawaban singkatnya adalah: Si pemberi pekerjaan memakai pernyataan tujuan resume untuk menyingkirkan para pelamar yang tidak memberikan petunjuk apa yang mereka inginkan. Anda tidak bisa bergantung pada resume anda untuk bicara sendiri tentang kualifikasi dan tujuan karir anda; anda harus tegaskan kualitas dan tujuan anda di awal resume. Para pelamar pekerjaan yang yang sudah benar-benar mencari pekerjaan untuk dilamar akan bisa mendeskripsikan dengan jelas dan singkat kenapa mereka melamar pekerjaan tersebut. Para pelamar yang membabi-buta mencetak resume dengan laser printer dan mengirimkan ke semua orang yang membuka lowongan pekerjaan tidak akan bisa untuk memberikan pernyataan tujuan dari posisi yang dilamarnya, dan ini akan menjadi sebuah kerugian besar untuknya.

Sebuah pernyataan tujuan harus bisa memberikan kesetimbangan antara luas dan spesifik. Mengatakan sesuatu seperti “Applicant deseires a challenging position utilizing his skills and experience with the opportunity for advancement” tidak menjelaskan apa-apa kepada si pemberi pekerjaan, selain daripada, tentu saja, kamu ingin sebuah pekerjaan.

Masih belum jelas juga tentang pernyataan tujuan? Ini beberapa contoh bagus:

  • “Challenging position as computer programmer or analyst incorporating skills in numerical analysis, resource management, and land-use policy.”
  • “Desire position in management-consulting organization requiring outsatinding verbal, analytical, and teamwork skills.”
  • “Position as analytical chemist in semiconductor manufacturing company, specializing in transmission electron microscopy.”

Setiap pernyataan tersebut dengan jelas menyatakan tujuan si pelamar, dan beberapa malah menyarikan beberapa kemampuan si pelamar. Sebagaimana yang anda bisa lihat, dalam rangka membuat sebuah pernyataan tujuan yang bagus, anda harus memiliki sebuah tujuan spesifik di benak anda. Dan ini membutuhkan pencarian yang serius dalam sebuah pekerjaan yang ingin anda lamar.

Pernyataan ringkasan: Beberapa resume juga memiliki sebuah pernyataan ringkasan, di mana satu atau dua kalimat untuk mendeskripsikan kualifikasi terpenting dari pelamar. Pernyataan ini biasanya mencakup skill terpenting untuk pekerjaan tersebut yang sudah dilakoni selama bertahun-tahun (spesialisasi).

Pendidikan: Latar belakang pendidikan dari saintis biasanya selalu hebat di atas kertas. Ini adalah sesuatu yang diperhatikan oleh semua orang. Seorang kandidat yang memiliki Ph.D. dari Massachusetts Institute of Technology di bidang geofisika dan lulus dengan summa cum laude dari Vassar College akan menarik perhatian siapa pun. Sebenarnya derajat atau gelar akademik yang dicantumkan (dalam resume) untuk mendapatkan sebuah posisi pekerjaan yang mana pekerjaan tersebut tidak membutuhkan gelar akademik tersebut tidak dipertimbangkan sebagai sebuah aset.

Untuk alasan ini saya letakkan seksi Pendidikan tepat di bawah Pernyataan tujuan resume.

Letakkan hal-hal seperti “lulus dengan cum laude” pada bagian ini, tapi letakkan akademik dan penghargaan yang berkaitan dengan akademik di bagian yang lain.

Agar lebih jelas, anda seharusnya menuliskan seperti berikut di bagian Pendidikan (dengan urutan kronologis terbalik):

  • Nama (Ph.D., master, sarjana di institusi …)
  • Lokasi institusi
  • Tahun kelulusan (tidak usah sebutkan bulan dan tanggal)
  • Departemen atau Jurusan dan penghargaan akademik (misalnya cum laude)
  • Sertifikat profesional atau akreditasi lainnya

Jangan takut untuk mencantumkan (jika memang dirasa mendukung):

  • Nama pembimbing
  • Indeks Prestasi
  • Sekolah Menengah Atas (SMA)

Beberapa ilmuwan master dan Ph.D. mengatakan pada saya mereka gagal mendapatkan pekerjaan karena dianggap “overqualified” (kualitasnya di atas yang dibutuhkan). Beberapa orang menyarankan bahwa, dalam kasus-kasus tertentu, anda seharusnya tidak mencantumkan Ph.D. dalam resume dan berlagak bahwa kamu tidak pernah bersekolah Ph.D. Gelar Ph.D atau master berguna hanya jika anda tidak bisa menunjukkan pada perusahaan betapa kamu punya skill yang bernilai yang anda dapatkan selama ini. Tantanganmu adalah untuk membuat jelas bagaimana pendidikan dan/atau pelatihan yang ada dapatkan relevan dengan pekerjaan yang sedang anda lamar.

Jika anda memutuskan bahwa gelar akademik bukan sesuatu yang ingin anda tonjolkan, ada berbagai cara untuk tidak menegaskannya. Salah satunya adalah dengan meletakkan bagian Pendidikan di bagian paling bawah resume. Dengan demikian perusahaan sudah kagum duluan dengan pengalaman kerjamu sebelum akhirnya tahu bahwa anda punya gelar akademik yang tinggi.

Pengalaman Kerja: Di sinilah tempat meletakkan tiga sampai empat pengalaman kerja yang menegaskan keahlian yang memang sangat dicari oleh perusahaan. Yang teramat penting, anda seharusnya menunjukkan bagaimana anda membuat sebuah perbedaan. Bagaimana caranya? Dengan mengutip spesifik, pakailah ukuran quantitatif tentang apa yang anda lakukan: Jangan hanya mengatakan anda “Mengajar di lab”; tapi katakan “Mengajar di Lab Kimia Dasar untuk 23 siswa.” Apapun yang anda lakukan, JANGAN asumsikan bahwa menyebutkan sebuah pekerjaan yang sederhana sudah cukup: Kebanyakan perusahaan tidak betul-betul tahu seperti apa kerjaan-pekerjaan di bidang lain secara detil.

Dalam mendeskripsikan kalimat-kalimat di bagian ini, anda sebaiknya memakai “kata kerja aktif” dalam kalimat aktif lampau atau sekarang.

Jika anda adalah fresh graduate atau baru lulus dari sekolah, pengalaman riset bisa dijadikan item pertama dan terbesar, tapi sebaiknya jangan cuma itu saja. Pengalaman mengajar dapat terlihat bagus sebagai kategori terpisah, terutama jika anda punya kewajiban mengajar. Pekerjaan sambilan (part-time job) yang dilakukan selagi sekolah juga bagus diutarakan. Jika anda melakukan sesuatu yang mengesankan untuk sekolah, bisa dimasukkan, terutama jika pengalaman kerja anda sangat terbatas.

Bagian yang lain: Anda mungkin ingin memasukkan sebuah daftar skil-skil tertentu jika anda belum jelaskan di atas. Skil komputer dan bahasa asing mungkin bisa ditulis pada bagian terpisah. Tergantung pada pekerjaan yang dilamar, anda mungkin ingin menjelaskan perangkat lunak tertentu yamg anda sudah terbiasa memakainya.

Apa yang tidak perlu dicantumkan: Dulu menjadi kebiasaan untuk mencantumkan informasi personal seperti hobi dan kesukaan. Sebab, bisa jadi si pembaca memiliki hobi yang sama dengan anda, misalnya sama-sama pendaki gunung. Wah, jangan lagi, ini adalah era modern, dan informasi personal tidak hanya tidak relevan, tapi ini membuat resume anda tidak profesional. Jadi tidak perlu mencantumkan dalam resume anda bahwa anda suka medaki, berburu, mengkoleksi prangko, dan semacam ini lainnya. Juga tidak perlu mencantumkan: tanggal kelahiran, status perkawinan, jumlah anak, dan permintaan gaji.

Dalam hukum, perusahaan tidak berhak bertanya umur anda, status perwakinan, atau jumlah anak yang anda punya. Mereka bisa melontarkan pertanyaan wajib seperti “apakah anda punya kebutuan khusus yang akan mempengaruhi kinerja anda?” Anda boleh berpikir bahwa anda meminta mereka melakukan sesuatu untuk anda dengan membeberkan informasi sensitif dan pribadi anda, tapi dalam realitas, ini memberikan mereka impresi bahwa anda kurang pengalaman di lapangan pekerjaan.

Referensi: Referensi, jika diminta, harus dicantumkan pada halaman terpisah dengan nama lengkap, jabatan, tempat bekerja, hubungan dengan anda, alamat lengkap, nomor telepon dan mesin fax, dan alamat email. Juga jangan takut mengakatakan “Referensi tersedia jika diminta.” Beberapa orang mengatakan pada saya bahwa referensi semakin jarang dipakai akhir-akhir ini, meskipun saya menerima beberapa telepon tentang orang yang mencantumkan saya sebagai referensi mereka. Secara umum, impresiku adalah bahwa perusahaan bergantung pada resume tertulis dan wawancara dalam mengangkat pegawai baru dan memakai referensi sebagai sebuah cek akhir (final check). Bagaimanapun, referensi yang sudah dikenal baik oleh perusahaan dapat menjadi sangat berguna. Orang-orang ini sering ditelepon, dan jika mereka sudah disiapkan bernyanyi untuk anda, anda punya keunggulan yang mengerikan. Ingatlah untuk mempersiapkan dan menghubungi para referensi anda jauh-jauh hari.

Petunjuk akhir, tips, dan saran

Menulis sebuah resume jelek itu gampang. Menulis sebuah resume bagus itu susah. Ini akan butuh waktu dan banyak draf. Karena para saintis riset sering menargetkan beberapa jalur karir berbeda secara simultan, maka penting untuk memiliki beberapa jenis resume yang menonjolkan skil yang berbeda. Disarankan juga sebuah reseme seharusnya terlihat bersih, tidak ada salah ejaan, dan tegas. (Salah eja adalah benar-benar sebuah ciuman kematian, jadi, demi Tuhan, cek dan cek lagi dan berikan pada teman anda untuk dibaca.)

Kategori CV Resume
Apa ini? Sebuah daftar penuh riwayat hidup dari pekerjaan profesional dan pendidikan. Ringkasan dari pengalaman dan skil yang sangat relevan dengan posisi yang dilamar.
Sebarapa panjang? Biasanya berhalaman-halaman, panjang tidaklah penting. Biasanya satu halaman saja. Halaman yang banyak hanya untuk posisi level senior.
Kapan dipakai? Dipakai untuk posisi akademik dan riset di pemerintahan dan industri. Dipakai untuk setiap jenis perkejaan di luar akademis dan sains.
Apakah publikasi dicantumkan? Daftar lengkap publikasi adalah penting. Bahkan daftar sebagian publikasi pun jarang dimasukkan.
Seberapa penting gaya dan layout? Gaya tidak begitu masalah; isi adalah yang terpenting. Gaya dan isi sama penting.
Haruskah dimodifikasi untuk cocok dengan perkejaan yang saya lamar? Tidak perlu. Harus diadaptasi supaya cocok dengan setiap spesifik pekerjaan yang anda lamar.

Sedikit tentang Peter Fieske

Peter Fieske adalah seorang Ph.D. di bidang ilmu geologi dan lingkungan, postdoc di Lawrence Livermore National Laboratory (Amerika Serikat), dan penulis buku To Boldy Go: A Practical Career Guide for Scientist. Peter juga sering menulis di majalah internet ScienceCareer.org sebagai seorang konsultan di kolom Career Development.


0 komentar:

Poskan Komentar